Berikut Jenis-Jenis Kroto Yang Perlu Anda Ketahui
Berikut Jenis-Jenis Kroto Yang Perlu Anda Ketahui – Dalam dunia hobi burung dan memancing, pemilihan kroto tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap jenis kroto memiliki kondisi, tekstur, serta kandungan yang berbeda, maka dari itu menjadi penting agar anda mengetahui beberapa jenis kroto. Ada kroto yang lebih segar dan bernutrisi tinggi, ada pula yang dicampur bahan lain atau memiliki kualitas di bawah standar.
Sayangnya, masih banyak yang belum memahami perbedaan tersebut. Akibatnya, kroto yang digunakan kurang maksimal, baik untuk pakan burung maupun sebagai umpan. Oleh karena itu, penting untuk mengenal jenis-jenis kroto beserta karakteristiknya agar anda dapat memilih kroto yang tepat sesuai kebutuhan.
Jenis-Jenis Kroto dan Karakteristiknya
Secara umum, jenis-jenis kroto dibedakan berdasarkan tekstur, kandungan air, ukuran, serta campuran. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan.
- Kroto Basah dan Kroto Halus
Kroto basah merupakan jenis kroto dengan kualitas terbaik dan paling disukai oleh burung maupun ikan. Kandungan airnya cukup tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 70%.
Karena masih segar, kroto ini memiliki kandungan gizi paling lengkap dibandingkan jenis lainnya. Namun, kekurangannya adalah tidak tahan lama. Pada suhu ruang, kroto basah biasanya hanya bertahan sekitar satu hari. Jika disimpan di dalam kulkas, masa simpannya bisa diperpanjang hingga 2–3 hari.
Kami sudah menulis sebuah artikel tentang cara menyimpan kroto agar lebih awet dan tidak cepat basi. Semoga artikel tersebut bisa berguna dan terapkan agar kroto bisa lebih awet 2 – 3 hari.
Berbeda dengan kroto basah, kroto halus terdiri dari calon semut betina yang mandul. Ukurannya bervariasi, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran sedang. Dari segi kualitas, kroto halus memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah dan kurang diminati oleh burung jika dibandingkan dengan kroto basah.

Photo credit : Akash Chetia
- Kroto Kasar dan Kroto Kacang
Selain kroto basah dan halus, ada juga jenis kroto lain yang sering dijumpai dengan karakteristik berbeda. Kroto kasar memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kroto halus. Dalam satu kemasan biasanya terdapat campuran ukuran kecil hingga besar karena berasal dari telur ratu dan induk semut. Kandungan air pada kroto kasar lebih rendah, sehingga teksturnya tidak terlalu lembek. Jenis ini cukup baik digunakan, meskipun kualitas gizinya masih di bawah kroto basah.
Sementara itu, kroto kacang merupakan kroto yang sudah dicampur dengan berbagai bahan tambahan seperti dedak, jagung, kacang, padi, voer, atau beras ketan. Jenis ini biasanya memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan jenis kroto lainnya. Kroto kacang sering digunakan sebagai campuran pakan, namun dari segi kemurnian dan kualitas alami tentu tidak sebaik kroto segar.
Kesimpulan
Memahami jenis-jenis kroto sangat penting agar anda tidak salah dalam memilih sesuai kebutuhan. Kroto basah menjadi pilihan terbaik dari segi kualitas gizi dan paling disukai burung maupun ikan, meskipun daya simpannya terbatas.
Kroto halus memiliki kualitas lebih rendah, sementara kroto kasar menawarkan ukuran lebih besar dengan kadar air lebih sedikit. Adapun kroto kacang cocok sebagai pakan campuran karena mengandung lemak lebih tinggi.

